Search

Mengenal Diet Buah: Frutarian, Risiko, dan Manfaat - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Buah memang dikenal baik untuk menurunkan berat badan karena kandungan seratnya yang tinggi. Tak heran aneka jenis buah kerap dimasukkan ke dalam menu diet.

Tak cuma jadi pelengkap untuk menu diet, buah juga menjadi asupan utama saat diet. Diet ini dikenal dengan diet buah atau frutarian.

Diet buah adalah diet vegan yang sangat ketat. Orang yang mengikuti program diet ini hanya makan makanan yang berupa buah-buahan 'mentah.'

Mengutip Medical News Today, para frutarian ini mengonsumsi sekitar 70-80 persen buah-buahan dari kalori harian mereka.

Sayur, buah kering, kacang, dan biji-bijian bisa dimakan, namun dalam jumlah sedang atau bahkan dihilangkan sama sekali. Makanan yang dimasak, termasuk buah yang dimasak sangat dihindari.

Tak ada cara khusus untuk melakukan diet ini. Mengutip Healthline, beberapa frutarian hanya memakan buah yang sudah jatuh ke tanah, bukan buah yang dipetik. Yang lainnya tidak memakan biji-bjian karena dianggap memiliki kapasitas untuk menjadi tanaman hidup.

Manfaat diet buah

Ketika dimakan dalam jumlah yang tepat, buah memang menjadi bagian gaya hidup yang sehat dan bergizi.

Buah-buahan mengandung serat, yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan mendorong buang air besar secara teratur. Apel, pir, blackberry, dan raspberry adalah contoh buah-buahan yang tinggi serat makanan.

Jeruk, paprika merah, dan stroberi adalah contoh buah yang mengandung banyak vitamin C. Ini membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Vitamin C juga mendukung sistem kekebalan tubuh.

Pisang, jambu biji, blewah, dan mangga adalah contoh buah yang lebih tinggi kalium. Kalium dapat membantu menjaga tekanan darah yang sehat dan mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh.

Jeruk dan buah-buahan tropis seperti mangga kaya akan folat. Ini dapat membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Folat juga mendukung perkembangan janin yang sehat.

Plum hitam, plum, dan semua beri adalah contoh buah yang kaya antioksidan. Antioksidan membatasi produksi radikal bebas. Mereka dapat melindungi kulit Anda dan melawan penyakit.


Risiko

Seperti diketahui, segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, termasuk buah. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, buah juga bisa menimbulkan berbagai risiko negatif.

Beberapa di antaranya adalah kekurangan nutrisi termasuk protein, gula darah dan nilai indeks glikemik tinggi, gigi keropos, dan lainnya.

Marisa Moore, ahli gizi dan juru bicara Academy of Nutrition and Diettetics mengungkapkan, ketika hanya makan buah, Anda tak mendapat banyak nutrisi baik dari diet Anda.

"Protein adalah salah satu yang terlintas dalam pikiran. Tanpa protein berat badan turun. Protein bertindak seperti blok pembangun otot, kulit, dan organ," katanya dikutip dari CNN.

Ketika melakukan diet buah, Anda mungkin tidak mendapat cukup kalori, kata Moore. Itu menempatkan tubuh dalam mode kelaparan, yang dapat mengakibatkan kondisi medis serius seperti osteoporosis, dehidrasi parah, dan bahkan gagal jantung, menurut National Eating Disorders Association. (chs)

Let's block ads! (Why?)



"buah" - Google Berita
February 27, 2020 at 11:19AM
https://ift.tt/2wQVZIp

Mengenal Diet Buah: Frutarian, Risiko, dan Manfaat - CNN Indonesia
"buah" - Google Berita
https://ift.tt/2ZJsuGa

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Mengenal Diet Buah: Frutarian, Risiko, dan Manfaat - CNN Indonesia"

Post a Comment

Powered by Blogger.